Studi kasus

Daftar potong pergola di papan 6 m

Rangka pergola dipotong dari kayu lunak 6 m — berapa papan yang dibutuhkan optimizer dibanding mengerjakan daftar potong berurutan.

2 papan dihemat
21,1% susut potongan sisa
39 bagian dipotong

Pekerjaannya

Pergola taman membutuhkan kasau, balok, gelagar, penyangga dan tiang. Toko material hanya menyediakan satu panjang: kayu lunak 6 m. Pertanyaan di konter material adalah satu-satunya yang penting — berapa papan yang harus saya beli? Tebak terlalu banyak dan uangnya mengendap di halaman sebagai potongan sisa; tebak terlalu sedikit dan pekerjaan berhenti menunggu pengiriman kedua.

Input

Butir Nilai
Panjang bahan baku 6,0 m
Kerf gergaji 3,2 mm
Trim ujung (per ujung) 10 mm
Bagian yang dipotong (5 ukuran) 39
Total panjang potong 103,8 m

Cara dihitung

Lima ukuran bagian dimasukkan bersama jumlahnya, kerf gergaji bundar 3,2 mm dan trim 10 mm di tiap ujung papan. Optimizer menyortir bagian dari yang terpanjang dan menempatkan masing-masing di papan yang menyisakan sisa terpakai paling kecil. Baris perbandingan menjalankan daftar yang sama seperti cara dipotong tanpa rencana: dari atas ke bawah, satu papan pada satu waktu, papan baru begitu bagian berikutnya tidak muat.

Hasil dari kalkulator

Butir Nilai
Papan yang dibutuhkan 22
Total potongan sisa 27,7 m
Porsi susut dari papan terpakai 21,1%
Bagian yang tidak muat 0

Dibanding cara yang biasa

Butir Memotong daftar berurutan Rencana NestingCalc
Papan yang dibutuhkan 24 22
Porsi susut 27,6% 21,1%
Total potongan sisa 39,7 m 27,7 m

Setiap angka di halaman ini dihitung ulang saat build oleh kalkulatornya sendiri — tidak ada yang diketik manual.

Kesimpulan

Bagian sama, kerf sama, dua papan lebih sedikit — dan potongan sisa turun dari lebih dari seperempat kayu yang dibeli menjadi sekitar seperlima. Untuk bangunan sekali jadi itu satu perjalanan ke toko material yang hemat. Untuk produksi berulang, itulah selisih antara penawaran yang bertahan dan penawaran yang diam-diam rugi di setiap unit.

Coba sendiri

Kalkulator pemotongan linear

Studi kasus Benchmark optimizer pemotongan